Jumat, 12 Oktober 2012

Xanthones dalam Manggis


Manggis merupakan buah tropis yang banyak ditemukan di Thailand, Indonesia, Pilipina, Malaysia, Myanmar, Cina, Sri Lanka, Honduras dan India Asia. Garcinia mangostana L. adalah nama ilmiah buah ini yang juga dikenal sebagai Mangostan, Mangosta, Mangostao, Mangouste, atau Mangoustier. Buah yang menggabungkan rasa lezat  dan manfaat-manfaat kesehatan yang  besar.

Manggis secara komersial tersedia dalam bentuk jus, teh, atau kapsul-kapsul sangat kaya dalam serat, karbohidrat dan gula. Dengan mengkonsumsi  jus manggis  secara klinis telah terbukti  menjadi efektif untuk meningkatkan kesehatan seseorang, karena buah in dapat menormalkan pencernaan, menyegarkan tubuh, bahkan membantu  keletihan kronis.

Buah manggis berisi banyak cirri-ciri antioksidan xanthones. Menurut penelitian ilmiah  xanthones dalam manggis dapat membalikkan masalah kolesterol dan tekanan darah tinggi, dan membantu sebagai suatu anti inflamasi, anti- histamin dan anti jamur. Xanthones adalah fenol-fenol tanaman yang aktif secara biologis yang dibungkus dengan antioksidan-antioksidan.

Banyak praktisi-praktisi kesehatan menggunakan Manggis dalam praktek klinis mereka sebagai terapi penunjang untuk memperlakukan pasien mereka. Karena Manggis efektif mencegah borok, kanker, aterosklerosis, radang sendi, menyembuhkan penyakit kulit seperti eczema dan inflammation. Selain itu Manggis juga membantu terhadap gangguan gugup, membuang internal parasites / fungi, melawan beberapa infeksi  bakteri dan virus, memperlambat proses penuaan, melarutkan lemak serta meningkatkan nafsu seksual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar