Senin, 26 Maret 2012

Vitamin K Pengumpal Darah


Vitamin  K pertama kali ditemukan oleh lmuwan Denmark Henrik Dam pada tahun 1929. Vitamin K banyak ditemukan dalam sayuran berdaun seperti asparagus, brokoli, dan bayam. Bahkan beberapa daging mengandung vitamin K seperti hati, daging sapi, ayam, babi, angsa, bebek, burung unta, ham, sosis-sosis. Vitamin K yang juga dapat ditemui dalam minyak kedelai dan dapat larut dalam lemak ini terbagi atas 3 jenis; K1, K2 dan K3. 

Vitamin K1 (filokuinon) banyak bertumpuk didalam hati dan membantu gumpalan darah beku serta mendukung kerja otak dan sistem saraf. Vitamin K1 dapat membuat gumpalan darah menutup rapat-rapat sebuah luka dan membantu mengurangi bekas-bekas luka. Kekurangan vitamin K1 dapat mengakibatkan pendarahan seperti; perdarahan hidung, pendarahan menstruasi, pendarahan dari gusi dan bahkan urin. Vitamin K1 banyak ditemukan melalui bayam, brokoli, asparagus dan sayur berdaun hijau lain.

Vitamin K2 juga (menakuinon) bekerja melalui aliran darah dan kerangka, K2 bermanfaat dalam tulang-tulang dan gigi-gigi serta mencegahnya dari pengapuran pembuluh darah. Sebuah penelitian menunjukkan K2 dapat mengurangi risiko keretakan pinggul dan menaikkan densitas tulang pada perempuan. penelitian ini juga menunjukkan bahwa K2 dapat melindungi hati dengan menjaga darah mengalir melalui arteri-arteri.

Vitamin K2 dibuat oleh bakteri yang baik dalam usus, yang kemudian disimpan di hati dan lemak tubuh. Penggunaan antibiotic secara berlebihan dapat menghalangi pembentukan vitamin K2, namun probiotik seperti acidophilus dapat membantu memulihkan kemampuan untuk menghasilkan vitamin K2 yang cukup dalam perut. 

Fermentasi keju seperti gruyere adalah yang terbaik untuk menghasilkan vitamin K2, karena K2 larut lemak sehingga dibutuhkan lemak  untuk menyalurkannya ke tubuh dan membuatnya dapat bekerja maksimal. Jadi, makanan berlemak seperti daging dan keju bisa menjadi sumber vitamin K2.

Vitamin K3 (menadione) merupakan varian sintetis, dibuat oleh manusia berupa suplemen-suplemen untuk mengatasi kekurangan vitamin K2, namun ini tidak disarankan karena bisa jadi beracun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar