Selasa, 20 Maret 2012

Tanaman Sepang


Sepang atau sappanwood  (Caesalpinia sappan L) adalah pohon anggota suku polong-polongan yang dapat dimanfaatkan kulit dan kayunya sebagai komoditi perdagangan rempah-rempah. Tumbuhan ini berasal dari Asia tenggara dan mudah ditemukan di Indonesia. Kulit kayunya dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan, pewarna dan minuman penyegar. Hingga abad ke-17 kulit kayunya menjadi bagian perdagangan rempah-rempah ke berbagai tempat di dunia. 

Tinggi pohonnya bisa mencapai 6 m dengan akar tunggang, Batangnya berbentuk silinder  warna kecoklatan, kulit kayunya mengeluarkan cairan berwarna kemerahan. Daunnya majemuk tersusun menyirip ganda khas Caesalpinioideae dengan panjang 25-40 cm, bentuk lonjong, pangkal rompang, ujung bulat, tepi rata dan bewarna hijau. Bunganya tersusun majemuk yang berbentuk malai di ujung batang dengan panjang 10-40 cm dan mahkota bentuk tabung bewarna kuning. Buahnya tipe polong dengan panjang 8-10 cm yang berisi 3-4 biji bewarna hitam. Bijinya bulat panjang bewarna  kuning kecoklatan.

Tanaman Sepang ini juga sangat bermanfaat. Rebusan kayunya dapat digunakan untuk mengobati tuberkulosis, diare, disentri, obat kuat postpartum, infeksi kulit dan anemia. Sedangkan bijinya digunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit perut dan gangguan-gangguan gugup. Selain itu tanaman sepang ini juga digunakan sebagai kayu pewarna, dan umumnya digunakan sebagai pewarna dasar kain.

Studi-studi juga telah membuktikan bahwa tanaman yang di Amerika Selatan dikenal dengan Brazilwood atau brezel (C. echinata) ini  juga merupakan antimikroba, immunosuppressive compenent, antioksidan, antikejang, antiperasa dan kardioaktif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar